Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

YANG TERLUPAKAN DI ANTARA KITA

Terinspirasi dar buku karya A. Sonny Keraf berjudul “Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global”   Ketika sampai pada ujung jalan. Sebuah sungai memancar indah mengalirkan beberapa dedaunan yang mungkin tanpa sengaja terjatuh dari dahanya. Disana aku belajar bagaimana sebuah rantai keindahan alam berjalan mengikuti irama kehidupan. Semua terasa indah memang. Bukit itu secara tersirat menggambarkan sebuah tangga yang harus ku capai demi mendukung keindahan mimpi sebelumnya. Berpaling berikutnya adalah sebuah puncak tertinggi, membuatku terus berpikir bahwa mimpi itu berada disana. Dapatkah aku meraihnya, hanya sebuah langkah yang dapat membuktikanya. Menjadi yang hijau melihat sebuah hutan di antara dua bukit itu. Di sebelahnya terdapat lahan gersang yang sebelumnya adalah hutan. Hutan yang seharusnya tumbuh lebat. Namun, siapa sangka, ia tak bisa mencapai impianya untuk menjadi bintang dalam pemandangan laneskap itu. “Manusia memang angkuh dan egois, mimpiku dihancurkan h...

PERTAMA KALI DI TANAH KELAHIRANKU

ngeeeeengg....ngeeengg...!!!............ dengan motor bertenagakan listrik DIA memboncengku...kami berkeliling di Pulau Kumala...Pulau yang dikelilingi Sungai Mahakam itu menyimpan keindahan budaya dan alam...kami berdua menikmatinya...bahagia..asyiiik...dan banyak tawa kami rasakan... Saat itu untuk pertama kali aku membawanya ke tanah kelahiranku, Muara Badak..sebuah kecamatan yang sederhana tetapi menyimpan banyak kenangan...apalagi bersamanya... Belum cukup di situ, aku juga memperkenalkan DIA dengan orang tuaku...kakak-kakakku (karena aku anak bungsu siihh jadi banyak kakak deh)..bahkan semua keluargaku yang sempat aku temui waktu itu... Bersyukur karena keluargaku menerimanya dengan senang hati bahkan sangat menyayanginya...yaaa DIA adalah pilihan hatiku untuk menjadi Penolongku seumur hidup nanti...perasaan bahagia ini gk bisa diungkapkan dengan kata...tapi untuk mengingat hari itu aku ingin membuatkannya sebuah puisi yang sederhana tetapi aku buat dari hatiku... Judulny...

Hari Ke-50: Roh Kudus dan KaryaNya

  Kisah Para Rasul 2 : 1 – 13     Banyak gereja yang kurang mementingkan Hari Pentakosta, tidak jelas apa alasannya, namun yang pasti Hari Pentakosta tidak seperti saat Natal dan Paskah yang harus membentuk kepanitiaan untuk merayakan dan memeriahkan. Seperti biasanya, umat datang beribadah di Hari Minggu demikianlah Hari Pentakosta dilewati. Tidak ada yang spesial, hanya kebanyakan umat memakai baju merah agar mecing dengan kain mimbar / stola. Jika demikian, kita sendiri yang telah melupakan asal usul kita.     Ingatkah kita pada kisah lidah api yang turun di atas kepala para murid ? Pada saat itu para murid dan umat Yanudi dari berbagai daerah sedang berkumpul untuk merayakan Hari Pentakosta, perayaan itu sangat penting bagi mereka, sebab di situ mereka mengingat kembali setelah mereka keluar dari Mesir, mereka menerima 10 Hukum Taurat di Gunung Sinai dan itu terjadi hari kelima puluh. Tidak hanya itu, pada hari Pentakosta sedang terjadi panen besa...